Cinta itu Rumit

8:57:00 PM Unknown 0 Comments

Norma duduk dipinggir lapangan, matanya tertuju pada dua orang pria yang sedang main basket. Mereka adalah sahabatnya. Dilihatnya mereka, begitu keren dan lihai dalam mendrible, shoot, dan lay up. Namun, hanya satu yang tak lepas dari pandangannya. Buru-buru Norma membuang jauh-jauh pikirannya.
“Astaga Nor, inget! Sahabat gak mungkin jadi cinta!”
“Woy Nor, gue haus nih. Mana minumnya?” Alvin menyadarkan Norma dari lamunannya.
“Kambing! Ngagetin aja lu, nih” Ucap Norma sambil menyodorkan sebotol air mineral pada sahabatnya itu. Alvin mengambilnya dan memposisikan duduk di samping Norma.
“Thanks. Lagian lu ngelamun aja, ngelamunin apaan sih?” selidik Alvin sambil membuka tutup botol air mineral tersebut dan langsung menenggaknya.
“Enggak kok. Eh, Gi, lu gak capek? Nih minum dulu!” Teriak Norma pada Agi, salah seorang sahabatnya lagi, sembari menyodorkan sebotol air mineral. Diikuti dengan gelengan dari Agi.
“Enggak deh, ntar aja” Jawabnya sambil men-drible bola basketnya lalu meng-shoot-kannya ke dalam ring dan masuk!
Setelah shoot tadi masuk, Agi pun menghampiri kedua sahabatnya itu. Agi duduk di samping Norma, sisi lain dari Alvin. Agi selalu terlihat cool dan misterius, itulah alasan banyak cewe-cewe yang tergila-gila padanya. Berbeda dengan Alvin yang terlihat sangat ramah. Keduanya menjadi idola di kampus.
“Ke bukit yuk, udah lama kan kita ga ke sana” Ajak Alvin antusias.
“Boleh, menurut lu gimana, Gi?” Tanya Norma pada Agi.
“Gue sih ikut aja”
Sesampainya di bukit, mereka bertiga duduk di atas bukit tersebut sambil melihat pemandangan yang sangat indah. Hening menyelimuti ketiga sahabat tersebut. Tak ada satu pun yang mengeluarkan suara. Tak tahan dengan keheningan tersebut, Norma pun akhirnya bersuara.
“Eh guys, lihat deh awan itu ngebentuk hati”
Tetap hening. Rencana Norma gagal.
“Salah gak sih kalo kita mencintai sahabat kita sendiri?” Ucap Alvin. Membuat kaget kedua sahabatnya. Reflex Norma dan Agi melirik ke arah Alvin yang masih menatap langit sore yang begitu indah. Kemudian keduanya kembali dalam bayangannya masing-masing.
<> Norma
Di sore yang indah di atas rerumputan, Norma dan Alvin duduk berdua. Kemudian Alvin mengambil gitar dan menyanyikan lagu yang romantis pada Norma.
<> Agi
Agi dan Norma bermain basket bersama. Agi tak ingin melewatkan canda tawanya bersama Norma. Senyumannya, tawanya, dan segala perhatian yang diberikan Norma.
<>
“Ya, mungkin sebaiknya begitu” ucap Agi dalam hati.
Agi memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya pada Norma.
“Nor, lu mau gak jadi pacar gue?” Agi menatap Norma sangat dalam dan tenang. Hal itu membuat Norma dan Alvin sontak kaget.
“Lu gak sakit kan, Gi?” Tanya Norma.
“Enggak, Nor. Gue serius”
“Eh guys, gue balik dulu ya. Dicariin nyokap nih” Pamit Alvin bohong. Alvin tak sanggup melihat pemandangan tersebut. Melihat orang yang dicintainya dengan sahabatnya sendiri.
“Loh, Al?” Norma bingung. Yang dicintai Norma itu Alvin, bukan Agi.
“Gimana, Nor?”
“Sorry, Gi. Gue gak bisa. Gue sayang sama Alvin” Norma menundukan kepalanya. Sedih. Ia tidak tega. Namun mau bagaimana pun, Norma mencintai Alvin.
“Jadi, perhatian lu selama ini ke gue ga ada arti apa-apa?”
“Ya lu kan sahabat gue, gue gak enak aja ngeliat lu sendirian. Lu gak pernah nunjukin kalo lu suka sama gue.”
“Karena Alvin, dia selalu ngedeketin lu. Gue gak suka. Makanya gue menutup diri, karena gue cemburu.”
Norma tidak menyadari hal itu, kini ia dihadapkan pada cinta segitiga.
Keesokan harinya, Agi bermain basket sendirian. Membuang segala kekesalan yang menyelimuti hatinya. Tiba-tiba Alvin menghampirinya.
“Selamat ya, bro!” Ucap Alvin sambil memberi tangannya untuk berjabatan. Namun tak dihiraukan oleh Agi, Agi kembali asyik memainkan bola basketnya. Saat Alvin akan pergi, Agi melemparkan bola basketnya itu pada Alvin dengan kerasnya hingga Alvin tersungkur.
“Apa-apaan sih lu, Gi?”
“Elu yang apa-apaan! Apa-apaan lu ngasih selamat ke gue? Norma nolak gue! Dan itu semua gara-gara lu tau gak? Dia sayang sama lu” amarah Agi lepas.
“Stop!!! Kalian ini apa-apaan sih?” Norma menghentikan. Buru-buru Norma menghampiri Alvin. “Lu gak apa-apa?” Norma khawatir.
“Lepas, Nor. Gue gak mau ada salah paham diantara kita bertiga”
“Maksud lu apa?” Tanya Agi
“Gue sayang sama lu, Gi!” pernyataan itu sontak membuat kaget semuanya. Alvin homo??? Reflex Norma menjauh dari Alvin.
“Lu homo?” Tanya Norma.
________TAMAT_________

You Might Also Like

0 komentar: