waktu dan cinta

8:03:00 AM Unknown 0 Comments

alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak; Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya.
mereka hidup berdampingan dengan baik.

Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik serta menenggelamkan pulau itu.
semua penghuni menyelamatkan diri.
cinta sangat bingung sebab ia tidak dapat berenang dan tak punya perahu. ia berdiri di tepi dan mencari pertolongan.
tak lama cinta melihat kekayaan sedang mengayuh perahu.
"kekayaan! kekayaan! tolong aku!" teriak cinta.
"aduh! maaf, Cinta!" kata kekayaan, "perahuku telah penuh dengan harta bendaku.
aku tak dapat membawamu, nanti perahu ini tenggelam. lagi pula tak ada tempat bagimu."

kekayaan dengan cepat mengayuh perahunya.
cinta sangat sedih, namun dilihatnya kegembiraan lewat dengan perahunya.
"Kegembiraan! tolong aku!", teriak cinta.
namun kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahunya sehingga tidak mendengara teriakan cinta.

air makin tinggi membasahi cinta. tak lama kecantikan lewat.
"Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!" teriak cinta.
"Wah cinta, kamu basah dan kotor. aku tak bisa membawamu. nanti perahuku akan kotor dengan adanya kamu." sahut kecantikan.

cinta sangat sedih. ia menangis terisak-isak. saat kesedihan lewat.
"Oh, Kesedihan, bawalah aku" kata cinta.
"Maaf, cinta. aku sedang sedih dan ingin sendiri.." kata kesedihan sambil mengayuh perahunya.

cintapun putus asa.
hampir seluruh badan tak terlihat.
tiba-tiba terdengar suara, "cinta! mari cepat naik keperahuku!"
cinta menoleh dan melihat seseorang dengan perahunya sambil cepat-cepat menaiki perahu.

di pulai terdekat, orang itu menurunkan cinta dan segera pergi.
pada saat itu, barulah cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang yang menyelamatkannya.
cinta segera menanyakan kepada penduduk di pulau itu.
"Oh, orang tua tadi adalah waktu." kata penduduk pulau.
"Tapi, mengapa ia menyelamatkanku?? aku tak mengenalnya. bahkan, teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku" tanya cinta heran.
"sebab," kata penduduk itu, "hanya waktu lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari cinta itu........."

You Might Also Like

0 komentar: